-
Menentukan Tujuan dan Ruang Lingkup Layanan Teknologi Informasi
-
Menyusun Rencana Pelaksanaan Manajemen Layanan Teknologi Informasi
-
Menentukan objek layanan TI
-
Lingkungan terkait layanan TI diidentifikasi berdasarkan prosedur yang berlaku.
-
Objek layanan TI dianalisis berdasarkan prosedur/kerangka kerja yang digunakan.
-
Objek layanan TI ditetapkan mengikuti standar/kerangka kerja yang ditetapkan.
-
Objek layanan TI didokumentasikan sesuai standar yang ditetapkan.
-
Melakukan penilaian atas infrastruktur TI
-
Infrastruktur TI diidentifikasi berdasarkan prosedur yang berlaku.
-
Infrastruktur TI dianalisis berdasarkan prosedur/kerangka kerja yang digunakan.
-
Kelayakan atau feasibility infrastruktur TI diidentifikasi berdasarkan prosedur yang berlaku.
-
Kelayakan atau feasibility Infrastruktur TI dinilai sesuai standar yang ditetapkan.
-
Hasil penilaian infrastruktur TI didokumentasikan sesuai standar yang ditetapkan.
-
Melakukan penilaian risiko
-
Potensi risiko yang dapat memengaruhi operasional layanan TI dianalisis sesuai kerangka kerja yang ditetapkan.
-
Mitigasi risiko ditetapkan berdasarkan kerangka kerja yang digunakan.
-
Hasil penilaian risiko didokumentasikan sesuai standar prosedur yang digunakan.
-
Merencanakan sumber daya
-
Kebutuhan sumber daya diidentifikasi sesuai dengan kerangka kerja yang ditetapkan.
-
Kebutuhan sumber daya ditetapkan sesuai dengan objek layanan TI, infrastruktur TI, dan hasil penilaian risiko.
-
Kriteria penggunaan sumber daya ditetapkan sesuai standar yang digunakan.
-
Menerapkan Manajemen Aset Teknologi Informasi
-
Merencanakan manajemen aset TI
-
Aset TI diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi.
-
Risiko terkait aset TI dinilai sesuai dengan metode penilaian risiko organisasi.
-
Rencana manajemen aset TI (information technology asset management plan) ditetapkan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
-
Aset TI diakuisisi sesuai dengan rencana arsitektur TI.
-
Melaksanakan pengelolaan operasional aset TI
-
Aset TI digunakan sesuai kebutuhan bisnis.
-
Pemanfaatan aset TI dioptimalisasi untuk meningkatkan kinerja dan meningkatkan efisiensi biaya.
-
Lisensi aset TI diidentifikasi sesuai dengan jenis pemanfaatan aset TI.
-
Aset TI dipantau untuk memastikan penggunaan dan kinerja aset sesuai dengan target indikator kinerja yang ditentukan.
-
Catatan aset TI dipelihara dalam register aset TI (information technology asset register).
-
Membuang aset TI (information technology asset disposal)
-
Aset TI yang telah melewati masa pakai ditinjau sesuai dengan kebijakan pengelolaan aset TI.
-
Aset TI dimusnahkan sesuai kebijakan dan prosedur penghapusan aset TI.
-
Aset TI yang berupa media penyimpan data dihancurkan sesuai kebijakan dan prosedur penghapusan aset TI.
-
Aset TI yang dibuang atau dihancurkan dicatat dalam register aset TI (information technology asset register).
-
Menerapkan Pengelolaan Konfigurasi Teknologi Informasi
-
Merencanakan manajemen konfigurasi TI
-
Manajemen konfigurasi TI diidentifikasi sesuai kebutuhan bisnis.
-
Batasan ruang lingkup konfigurasi ditetapkan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
-
Proses perencanaan konfigurasi didokumentasikan sesuai ketentuan.
-
Melakukan pengendalian atas manajemen konfigurasi TI
-
Butir konfigurasi dikelola dalam sistem manajemen konfigurasi (Configuration Management System – CMS) sesuai dengan rencana manajemen konfigurasi.
-
Perubahan butir konfigurasi diverifikasi sesuai kaidah manajemen perubahan.
-
Versi butir konfigurasi dikelola sesuai dengan kebutuhan bisnis.
-
Informasi konfigurasi TI divalidasi sesuai dengan standar atau baseline konfigurasi TI yang ditentukan.
-
Informasi konfigurasi TI divalidasi sesuai dengan standar atau baseline konfigurasi TI yang ditentukan.
-
Memelihara hubungan manajemen konfigurasi IT
-
Hubungan antara konfigurasi TI diidentifikasi sesuai dengan fungsi aset TI.
-
Keterkaitan dan ketergantungan antar konfigurasi TI diuraikan sesuai dengan fungsi bisnis organisasi.
-
Pemeliharaan informasi konfigurasi TI didokumentasikan sesuai ketentuan.
-
Menerapkan Pengujian dan Validasi Layanan Teknologi Informasi
-
Menerapkan Pengelolaan Rilis Teknologi Informasi
-
Menyusun rencana rilis TI
-
Kebijakan dan prosedur rilis diidentifikasi sesuai ketentuan.
-
Rencana rilis ditetapkan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
-
Rencana rilis didokumentasikan sesuai ketentuan.
-
Melakukan pengendalian atas rencana rilis TI
-
Pelaksanaan rilis dikelola sesuai dengan rencana rilis.
-
Pengendalian rilis lingkup fungsional dan nonfungsional atas paket rilis dilakukan sesuai dengan kebijakan dan prosedur.
-
Pengujian rilis didokumentasikan sesuai ketentuan.
-
Mengimplementasikan rilis TI
-
Rencana implementasi rilis disusun sesuai tahapan rilis.
-
Tinjauan pascaimplementasi/PostImplementation-Review (PIR) dilakukan sesuai prosedur pelaksanaan.
-
Pelaksanaan rilis dan hasil evaluasi postimplementation review didokumentasikan sesuai dengan ketentuan.
-
Menerapkan Pengelolaan Keberlangsungan Layanan Teknologi Informasi
-
Menganalisis risiko keberlangsungan layanan TI
-
Risiko terhadap keberlangsungan layanan TI diidentifikasi melalui analisis dampak bisnis.
-
Kebutuhan keberlangsungan layanan TI diidentifikasi berdasarkan analisis tingkat kritis layanan dan persyaratan pemulihan.
-
Prosedur keberlangsungan layanan TI disesuaikan untuk mendukung kesiapan terhadap bencana atau insiden besar.
-
Rencana keberlangsungan layanan TI dikembangkan sesuai kebutuhan.
-
Melaksanakan keberlangsungan layanan TI
-
Rencana keberlangsungan layanan TI diimplementasikan sesuai prosedur
-
Pengujian rencana keberlangsungan layanan TI dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas dan kesiapan pelaksanaan.
-
Tindakan respons dilakukan pada saat terjadi insiden atau bencana, sesuai dengan rencana keberlangsungan layanan TI.
-
Memonitor keberlangsungan layanan TI
-
Pelaksanaan rencana keberlangsungan layanan TI dipantau secara berkala sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
-
Data terkait pemulihan dan pemeliharaan layanan TI dianalisis sesuai prosedur yang berlaku.
-
Laporan keberlangsungan layanan TI didokumentasikan berdasarkan hasil evaluasi.
-
Menyusun Perbaikan Berkelanjutan dalam Pelaksanaan Manajemen Layanan Teknologi Informasi
-
Merencanakan peluang perbaikan
-
Pelaksanaan layanan TI diidentifikasi sesuai standar.
-
Masukan perbaikan dan ide perbaikan didokumentasikan sesuai dengan standar.
-
Menentukan prioritas peluang perbaikan berkelanjutan
-
Masukan perbaikan dan ide perbaikan dinilai dengan teknik penilaian tertentu.
-
Prioritas peluang perbaikan berkelanjutan ditetapkan sesuai hasil penilaian.
-
Prioritas peluang perbaikan didokumentasikan sesuai standar.
-
Menentukan target perbaikan berkelanjutan
-
Target perbaikan berkelanjutan dipilih dari daftar prioritas.
-
Target perbaikan ditetapkan sesuai kondisi organisasi.
-
Menentukan metrik pengukuran perbaikan berkelanjutan
-
Metrik pengukuran perbaikan ditetapkan sesuai dengan standar.
-
Alat ukur dan cara pengukuran metrik ditetapkan sesuai dengan standar.
-
Menyusun Rekomendasi Perbaikan Berkelanjutan Manajemen Layanan Teknologi Informasi
-
Menentukan rekomendasi perbaikan berkelanjutan
-
Rekomendasi perbaikan diidentifikasi sesuai prioritas.
-
Rekomendasi perbaikan ditetapkan sesuai standar.
-
Rekomendasi didokumentasikan sesuai standar.
-
Menentukan rencana aksi perbaikan berkelanjutan
-
Rencana aksi perbaikan beserta penanggung jawab diidentifikasi sesuai rekomendasi.
-
Rencana aksi perbaikan ditetapkan sesuai standar.
-
Rencana aksi didokumentasikan sesuai standar.
-
Melakukan pengukuran terhadap pelaksanaan perbaikan
-
Lembar kerja pengukuran dan alat ukur disiapkan sesuai metrik yang telah ditetapkan.
-
Hasil pengukuran tiap metrik dicatat pada lembar kerja.
-
Melaksanakan penilaian terhadap pelaksanaan perbaikan
-
Pelaksanaan perbaikan dinilai berdasarkan hasil pengukuran.
-
Hasil penilaian didokumentasikan sesuai standar.
-
Memonitor pelaksanaan perbaikan
-
Pelaksanaan perbaikan dipantau secara berkala sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
-
Laporan pelaksanaan perbaikan didokumentasikan sesuai hasil evaluasi.
-
Menerapkan Pengelolaan Tingkat Layanan Teknologi Informasi
-
Merencanakan pengelolaan tingkat layanan TI
-
Tingkat layanan yang berlaku diidentifikasi sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Parameter dan indikator layanan diidentifikasi sesuai perjanjian tingkat layanan/Service Level Agreement (SLA).
-
Rencana pengelolaan tingkat layanan disusun sesuai dengan tingkat layanan, parameter dan indikator layanan yang telah diidentifikasi.
-
Rencana pengelolaan tingkat layanan ditetapkan sesuai dengan tingkat layanan, parameter dan indikator yang telah diidentifikasi.
-
Mengelola tingkat layanan TI
-
Ukuran layanan yang relevan dipantau secara teratur sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Kinerja layanan terhadap SLA yang telah disepakati dianalisis sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Penyimpangan dari tingkat layanan diidentifikasi sesuai dengan standar yang berlaku di organisasi
-
Meninjau tingkat layanan secara berkala
-
Tinjauan berkala terhadap layanan yang ada dilakukan sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
SLA diperbarui berdasarkan hasil tinjauan layanan dan perubahan kebutuhan bisnis sesuai standar yang berlaku di organisasi
-
Hasil pemantauan didokumentasikan sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Menerapkan Meja Layanan dan Permintaan Layanan Teknologi Informasi
-
Mengidentifikasi permintaan layanan atau insiden
-
Permintaan layanan atau insiden diterima melalui berbagai saluran komunikasi sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Jenis permintaan layanan atau laporan insiden yang diterima diklasifikasikan sesuai standar layanan yang berlaku di organisasi.
-
Semua permintaan layanan dan laporan insiden didokumentasikan dalam sistem manajemen layanan sesuai prosedur yang ditentukan.
-
Menindaklanjuti permintaan layanan atau insiden
-
Prioritas permintaan layanan atau insiden diatur berdasarkan dampak bisnis dan urgensi sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Sumber daya yang tepat dialokasikan untuk menerapkan permintaan layanan atau insiden sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Kemajuan permintaan layanan atau insiden didokumentasikan sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Mengevaluasi pemenuhan permintaan layanan atau insiden
-
Pemenuhan permintaan layanan atau insiden dianalisis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
-
Umpan balik dari pengguna penerima layanan atau insiden ditinjau secara berkala sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Hasil peninjauan umpan balik dari pengguna didokumentasikan sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Menerapkan Pengelolaan Insiden dan Masalah
-
Mengidentifikasi pengelolaan insiden atau masalah (incident management)
-
Insiden atau masalah dicatat dari berbagai saluran komunikasi sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Jenis insiden atau masalah yang diterima diklasifikasikan sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Semua permintaan dicatat dalam sistem manajemen insiden sesuai standar yang berlaku di organisasi
-
Melaksanakan pengelolaan insiden atau masalah (incident request)
-
Prioritas pengelolaan insiden atau masalah diatur berdasarkan dampak bisnis dan urgensi sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Proses eskalasi diterapkan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
-
Solusi (workarounds) atas insiden atau masalah diidentifikasi sesuai dengan standar yang berlaku di organisasi.
-
Sumber daya yang tepat dialokasikan untuk menangani insiden atau masalah sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Kemajuan penyelesaian insiden atau masalah didokumentasikan sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Mengevaluasi pengelolaan insiden atau masalah (incident request)
-
Metrik pengukuran perbaikan ditetapkan sesuai dengan standar yang berlaku di organisasi.
-
Alat ukur dan cara pengukuran metrik ditetapkan sesuai dengan standar yang berlaku di organisasi.
-
Umpan balik dari pengguna ditinjau secara berkala sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Hasil peninjauan umpan balik dari pengguna didokumentasikan sesuai standar yang berlaku di organisasi.
-
Menerapkan Pengelolaan Event dan Pemantauan
-
Menganalisis event dalam sistem TI
-
Jenis-jenis event dalam sistem TI diidentifikasi berdasarkan fungsi dan dampaknya terhadap layanan.
-
Event-event kritis dikategorikan dengan tepat sesuai kebutuhan bisnis.
-
Kebijakan dan prosedur terkait pengelolaan event disesuaikan untuk kebutuhan bisnis.
-
Melaksanakan pengelolaan event
-
Sistem dan alat bantu monitoring diatur sesuai dengan kebutuhan bisnis.
-
Proses eskalasi diterapkan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
-
Tindakan korektif dilakukan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
-
Memonitor event dan pemantauan sistem
-
Pemantauan sistem berkelanjutan dilakukan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
-
Data event dianalisis secara berkala sesuai dengan kebutuhan bisnis.
-
Laporan pemantauan didokumentasikan sesuai dengan kebutuhan bisnis.