Membuat 2D sekuensial gambar gerak utama (keyframing)
Mengidentifikasi cerita dan alur gerak berdasarkan sifat dan kekhasan karakter, arahan sutradara dan storyboard
Cut/scene/shot diidentifikasi berdasarkan storyboard terpilih.
Alur gerak diidentifikasi berdasarkan layout, cerita dari script/skenario, dan desain karakter terpilih.
Sifat dan kekhasan karakter diidentifikasi berdasarkan cerita dari Skenario, dan desain karakter terpilih.
Membuat referensi (rancangan) gerak utama untuk pembuatan gerak utama (key)
Referensi gerak utama dipraktekkan untuk pembuatan gerak utama (keypose).
Pose kunci ditentukan dari referensi pergerakan yang telah dibuat.
Membuat gambar gerak utama (key)
Dopesheet/exposure/time sheet diidentifikasi sebagai panduan pembuatan jumlah gerakan utama (key).
Gerakan setiap karakter dibuat selaras pada setiap Shot/Scene/Sequences terpilih sesuai storyboard.
Gambar setiap gerakan dibuat berdasarkan terapan prinsip animasi.
Sifat, kekhasan karakter, akting setiap karakter dengan emosi dan ekspresi termasuk dialog digambarkan pada setiap gambar gerakan utama (key).
Mengevaluasi hasil pergerakan (line test)
Hasil pergerakan berupa line test disajikan untuk direview konsistensi arah gerak utama dan timing pergerakan.
File hasil kerja (digital) disimpan secara berkala sesuai dengan prosedur kerja.
Mengidentifikasi akting dan ekspresi setiap karakter
Gerakan dan ekspresi setiap karakter diidentifikasi berdasarkan sifat dan kekhasan karakter, arahan sutradara dan storyboard terpilih.
Prinsip animasi diidentifikasi untuk diterapkan pada gerakan utama (keypose).
Membuat pergerakan (motion) objek digital
Melakukan preview pergerakan
Penamaan file kerja dibuat sesuai prosedur.
Preview pergerakan dibuat dalam format movie/sequence (playblast/preview quality) sesuai prosedur.
Melaksanakan proses pergerakan
Durasi pergerakan ditentukan sesuai storyboard/animatic.
Pergerakan objek digital dikerjakan sesuai storyboard/animatic.
Proses pengerjaan disimpan secara berkala dilakukan (progresive file).
Menyiapkan komponen/objek/model sesuai storyboard
Objek digital non character dan alur pergerakan diidentifikasi berdasarkan storyboard/animatic.
Controller gerak digital diuji coba pada komponen/objek/model yang akan digerakan.
Aset objek digital yang bergerak diidentifikasi sesuai kebutuhan storyboard.
Melakukan Penambahan Elemen Penunjang Gambar dan Suara dari Sumber Lain yang Diperlukan (titling, voice over dan lain-lain)
Menambahkan elemen penunjang gambar
Titling dikomposisikan dan ditampilkan.
Graphics dikomposisikan dan ditampilkan.
Pemilihan font type dan warna disesuaikan dengan naskah.
Menambahkan elemen penunjang suara
Sumber-sumber suara diidentifikasi.
Sumber-sumber suara diselaraskan sesuai kebutuhan.
Melakukan sound mixing
Balancing suara diatur sesuai standar.
Penentuan dan pemilahan alur suara (audio tracks).
Membuat penggabungan aset visual teknik layer 2D (Post 2D Compositing)
Mengidentifikasi concept art,production design dan storyboard kedalam komposisi gambar akhir
Shot/scene/sequences storyboard diidentifikasi untuk mendapatkan informasi sudut pengambilan gambar,pergerakan kamera dan arah cahaya.
Desain produksi (karakter/property/ environment) terpilih diidentifikasi untuk mendapatkan referensi visual.
Concept art dan production design dijadikan acuan untuk mendapatkan mood dan esensi visual.
Aset visual diidentifikasi sesuai informasi storyboard.
Esensi adegan diidentifikasi sesuai shot/scene/sequences storyboard terpilih.
Resolusi dan aspek ratio bidang kerja komposisi diidentifikasi sesuai format media tayang terpilih.
Durasi adegan dan setting frame per second (FPS) diidentifikasi.
Melakukan pengumpulan asset kerja dalam format digital
Pengelompokan aset berdasarkan Shot/Scene/Sequences Storyboard dilakukan.
Metode layering dan komposisi 2D (2 axis: x & y) ditentukan.
Membuat komposisi kerja dengan teknik layer 2D (2 axis: x & y)
Penempatan layer by layer dilakukan dengan teknik komposisi layer 2D (2 axis: x & y).
Blending antar layer dilakukan sesuai referensi visual (concept art/production design).
Penamaan file dibuat sesuai prosedur produksi.
Proses pengerjaan disimpan secara berkala (progressive file).
Membaca shot/scene/sequences storyboard
Mengidentifikasi komponen dalam storyboard.
Struktur penceritaan visual diidentifikasi sesuai shot/scene/sequences storyboard untuk mendapatkan alur penceritaan.
Element (jumlah karakter/posisi/arah gerak objek/karaker/kamera, layout) diidentifikasi sesuai yang terdapat dalam shot/scene/sequences storyboard terpilih.
Urutan penceritaan dalam shot/scene/sequences storyboard diidentifikasi untuk mendapatkan kontinuitas adegan dan cerita.
Membaca dan menganalisis cut/scene/shot papan cerita (storyboard
Durasi shot/scene/sequences kerja ditetapkan.
Kebutuhan audio dan asset visual dirinci berdasarkan durasi shot/scene/sequences storyboard terpilih.
Resource audio dan asset visual yang diperlukan dalam pengerjaan disiapkan.
Penamaan shot/scene/sequences pekerjaan dengan penomoran shot/scene/sequences storyboard disamakan.
Melakukan penyuntingan gambar akhir animasi (online editing)
Mengidentifikasi scenario, storyboard dan animatic
Shot direction yang meliputi deksripsi acuan kamera, perpindahan gambar, perspektif, panduan gerak dan durasi diidentifikasi.
Dialog serta musik diidentifikasi sesuai shot/scene/sequences storyboard.
Penamaan setiap shot/scene/sequences animatic diidentifkasi.
Aspect ratio dan FPS (frame per second) diidentikasi.
Kualitas gambar (compress/uncompress) dan format output diidentikasi.
Mengumpulkan asset visual (rendering) sesuai acuan storyboard/animatic/3D previz
Shot/scene/sequences render- an dikumpulkan sesuai pengadeganan didalam animatic/3D previz.
Audio/VO/music/sound FX dikumpulkan sesuai kategori dan urutan pengadeganan.
Membuat penyuntingan gambar akhir (online editing)
Shot/scene/sequences render-an disusun sesuai pengadeganan didalam animatic/3D previz.
Sinkronisasi gambar dan suara dibuat.
Judul, credit title, logo dimasukan sesuai urutan penyampaian.
Penyimpanan file kerja dilakukan secara berkala (progressive file).
Hasil final render-an serta penamaan file di-export dalam format akhir sesuai prosedur.
Biaya
Rp 1,000,000
Biaya diatas belum termasuk termasuk biaya transportasi, akomodasi, dan pajak terkait